Sunday, November 1, 2009

selamat tinggal Liburan, Bento dan Link Baru

Gedung kampus freshmen udah selese diperbaiki (kliatanny), besok kuliah pun udah akan dimulai lagi, setelah libur panjang. aahhh... males kuliah... apalagi menurut ramalan cuaca besok bakal hujan, langit menangisi dimulainya kuliah. fuhahaha... nna wakenee darou..

maa, ichi ou selamat tinggal liburan aku akan merindukanmu dan sampai jumpa lagi (-_-!)

liburku relatif lama (3 bulan euy), karena kampusnya anak2 taun pertama lagi diperbarui, alhasil, libur diperpanjang, tapi... hari sabtu pun tetep kuliah.. iya dayou na mou...sabtu2..kuliah, pengalaman semster kemaren sih ujung2nya tidur di kelas juga inemuri yacchadamedayo, semoga gak separah itu semester ini.

bicara tentang pembangunan, pembangunan stasiun di deket rumah gak selese2, katanya sih aku ntar udah lulus juga belum selese, tiap pagi berisik..cape..

tapi berisiknya pembangunan nih stasiun masih gak sebrisik pembangunan apartemen baru di depan apartemenku, ini ga nguatin, pagi2 udah berisik (tapi tetep ga bisa bangunin aku yg lagi ngiler di bawah selimut). yaa tipikal apartemen jepang yg untuk mahasiswa2, kerangkanya dari kayu, apartemenku juga. dulu sih kupikir ada besi/betonnya, tapi seingetku pas mereka awal2 bangun awal2 cuma ada tiang2 kayu bukan tiang besi, mmm... kayaknya sih aman2 aj... cuma ya klo pas winter dingin.

sudah masuk bulan november, aki (fall,musim gugur) udah datang, berarti fuyu (winter) pun akan datang, dingin euy..apalagi buat orang negara khatulistiwa macam aku ini. jadi males kluar dr slimut, ke dapur untuk masak aja males. ato aku yg emang dasarnya males...ngahaha, entahlah pokoknya males

jadi seringnya aku beli bento (lunch box) di warung bento deket rumah, gara2 pagi2 masih tutup, aku hampir ga pernah sarapan, kecuali pas niat masak.

ahya... sebenernyaudah lama pengen nulis tentang warung bento deket rumah ini. namanya ofukuro bentou kayaknya orang2 indo yg tinggal deket kampus tau deh, setidakny mas fajar & aku tau, ya secara klo k kampus lewat situ, klo kayak mbak raras or mas alfian kayaknya gak tau deh, jarang lewat jalan situ.
sekkaku dakara, nih kulampirin petanya. promosi2, ibu2 yg punya sering ngasih aku bonus klo pas beli lho (^-^)




(おふくろ弁当)

aku sering beli yg kakiage bentou, semacam gorengan sayuran gitu, ya krn dagingnya ga bisa dimakan (T_T). selain itu ada macem2 tempura, ebi fry dll.. murah sih, nasinya banyak lagi klo dibanding makan di kantin kampus, meskipun murha klo dirupiahin kayaknya mahal juga.
ini fotonya, beberapa saat sebelum kumakan



pesan: jangan tiru kelakuan saya, seperti yg tampak di foto, dibawah bentou itu buku dari kampus, isinya daftar SKS2 yg harus kuambil, syarat lulus dll.. buku kayak gitu dipake alas bentou (geleng2). dan makan didepan laptop lagi, gak perlu dibilang lagi, nih lappy udah ternodai minyak2 makanan berkali2, untuk org2 yg sayang laptopnya jangan makan bento, apalagi yg berminyak, di depan laptop. (geleng22)

beli itu terus gak bosen? entahlah kadang2 bosen juga, tapi ya... makan aja.. perut amahasiswa mah yg penting kenyang and murah. ya sekali2 perbaikan gizi nyushi bareng anak2 muda di kappa sushi.

arrggghhhh liburan jangan pergi ...!!!

--

ternyata blogger2 sendai pada rajin nulis ya, mahasiswa rantau curhatnya lewat blog toh :p

--

ah ya, hal yg penting klupaan, blogku baru ganti domain (bener ga istilahnya), tapi ngeditnya tetep pake blogspot linknya jadi www.adambadracahaya.co.cc , tapi link lama gak ilang kok,  adambadracahaya.blogspot.com pun bisa diakses, di forward ke yg .co.cc juga ujung2nya :p

jadinya ini postingan pertama di link baru.
Congratulation for myself...!!! 
daripada gak ada yg nylametin.

Wednesday, October 21, 2009

Nama Jawa

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari
orangtuanya, agar anaknya kelak kalau besar bisa sesuai yang diharapkan.. ..

Contohnya :
- Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
- Pandai membaiki mobil, diberi nama Karman.
- Pandai main golf, diberi nama Parman.
- Pandai dalam korespondensi, Suratman.
- Gagah perkasa, Suparman.
- Kuat dalam berjalan, Wakiman.
- Berani bertanya, Asman (askman).
- Ahli membuat kue, Paiman.
- Pandai berdagang, Saliman.
- Pandai melukis, Saniman.
- Agar jadi orang kaya, Sugiman.
- Agar besar nanti padai cari muka, Yasman
- Suka begituan, Pakman
- Suka makan toge goreng, Togiman
- Selalu ketagihan, Tuman
- Selalu sibuk terus, Bisiman
- Biar pinter main game diberi nama Giman
- Biar bisa sering cuti diberi nama Sutiman
- Biar jadi juragan sate diberi nama Satiman
- Biar jadi juragan trasi diberi nama Tarsiman
- Biar pinter memecahkan problem diberi nama Sukarman
- Biar kalau ujian ndak usah mengulang diberi nama Herman
- Biar pinter bikin jus diberi nama Yusman
- Biar jadi orang yang berwibawa diberi nama Jaiman
- Biar jadi pemain musik diberi nama Basman
- Biar awet muda diberi nama Boiman
- Biar pinter berperang diberi nama Warman
- Biar jadi orang Bali diberi nama Nyoman
- Biar jadi orang Sunda diberi nama Maman
- Biar lincah seperti monyet diberi nama Hanoman
- Biar jadi orang Belanda diberi nama Kuman
- Biar tetep tinggal di Jogja diberi nama Sleman
- Biar jadi tukang sepatu handal diberi nama Soleman
- Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin diberi nama Delman

dikutip dari http://newcurzon.wordpress.com/2008/03/14/humor-jawa-guyonan/

Saturday, October 17, 2009

Urutan Menerima Amanah dan "kapan?"

Tadi siang di masjid Sendai ada acara pertunangan brother Ismail dari Mesir dengan Sister Japanese (klo gak salah debger namanya Juuri Chiba, muslimah baru).

ada brother japanese (ustad kayaknya, atau malah imam ya) dari Tokyo yang memberi sedikit pesan. ada 3 hal yang beliau ingatkan tentang kehidupan berkeluarga:

  1. Pasanganmu adalah hadiah dan amanah dari Allah, maka dari itu harus dijaga dengan baik karena akan diminta pertanggungjawabannya. Sewajarnya kalau ada orang lain menitipkan sesuatu, maka kita akan menjaga, merawatnya dengan baik.

  2. Dua orang yang benar-benar asing dipertemukan dan dipersatukan oleh Allah dalam pernikahan, oleh karena itu apabila setelah menikah muncul sifat-sifat pasanganmu yang sebelumnya tidak kau ketahui, ingatlah bahwa pasanganmu adalah amanah dari Allah, hadiah dari Allah untukmu. Allah telah memilih dan mempertemukan kalian dari sekian banyak lelaki dan wanita.

  3. Kalau sudah mempunyai anak, dia juga adalah amanah , hadiah dari Allah, tapi jangan lupa urutan menerima hadiah-amanah tersebut, jangan lupakan yang diterima awal, yaitu  suami/istrimu. Begitu juga kalau sudah memiliki anak kedua dan seterusnya, jangan lupa akan urutan datangnya hadiah-amanah tersebut. Karena kecenderungan terlalu menyayangi anak yang terakhir.

--

saat makan siang, otomatis terlontar pertanyaan "kapan?" dari bapak-bapak ke bujangan-bujangan yang hadir, kalau aku sih jawab: "masih lama pak, masih ada yang lebih tua (sambil menunjuk mas Fajar yang sudah S2)"

ya.. beginilah sebagai mahasiswa yang kuliah di negeri orang, sering bertemu dengan orang yang lebih tua (baca: berkeluarga), karena kebanyakan orang indonesia yang kuliah diluarnegeri adalah orang S2 dan S3. Jadi sering dianggap anak S2 (ya..ya..bilang aja muka tua) jadi meskipun sasaran sebenarnya pertanyaan "kapan" yang dilontarkan bapak-bapak itu adalah bujangan-bujangan yang sedang menempuh S2 atau bahkan S3 yang sudah umur siap nikah, terkadang anak-anak yang bahkan belum lulus S1 seperti aku pun kena getahnya.

Sebenernya jawaban yang paling aman adalah "20 aja belum pak" yang biasanya dijawab lagi "ya untuk persiapan ke depan", tapi masa berlaku, masa effektif jawaban ini cuma sampe akhir semester ini. setelah itu harus memikirkan jawaban bagus untuk mengelak dari pertanyaan "kapan?" ini. tapi selama masih S1 kupikir masih bisa selamat dari pertanyaan ini.

Jadi ingat ketika buka bersama dan pengajian di rumah salah satu bapak-bapak, ustadznya ceramah tentang masalah rumah tangga. Di akhir ceramah ada bapak-bapak yang komentar "jangan cerita tentang jeleknya menikah saja dong pak, nanti yang muda-muda ini jadi takut menikah" yang otomatis diikuti pertanyaan "kapan", dan aku pun kena getahnya.

--
 Ya, memang topik yang aneh untuk ditulis oleh mahasiswa yang bahkan belum lulus S1. kesannya seakan-akan kebelet nikah. tapi aku cuma mau mengingatkan dan berbagi cerita.

hmm.. harus mikir jawaban yg tepat untuk pertanyaan maut itu sebelum akhir semester

Friday, October 9, 2009

21 degree (max 17 min 11)



Yahoo Messenger's Yahoo Weather shows:

21
17/11

isnt it mean the temperature is 21 degree while 17 degree is the hottest temperature and 11 degree is the coldest temperature of the day?

kinda funny or did i read it wrong?

Tuesday, September 1, 2009

Something we should thing about

Something we should thing about



Sunday, August 30, 2009

Perkenalan

perkenalanku dengan orang jepang:
Aku:「チャハヤです 」-"nama saya Cahaya"
Seseorang:「ジャハヤ?」-"Jahaya?"
Aku:「お茶・早い、チャハヤですよ」- "ocha.hayai, chahaya"
Seseorang:「あああ。。チャハヤ」- "aa..chahaya"

(ocha=teh, hayai=cepat)
karena lafal2 dalam bahasa jepang lebih sederhana dari bahasa indonesia, saat perkenalan diri kita pun harus menyesuaikan nama kita dengan lafal (lidah) orang jepang. Selain itu di Jepang, nama keluarga diletakkan di depan, baru setelah itu nama kecil, contoh: Shinchan, nama keluarga: Nohara, nama kecil: Shinosuke, jadinya Nohara Shinosuke. Alhasil, namaku pun 'agak' berubah sedikit jadi: Chahaya Adamu Badora. Meskipun aslinya aku gak punya nama keluarga, selayaknya umumnya orang jawa, biar gak ribet2 nama belakang ku jadi nama keluarga di paspor.

Jadinya muncullah percakapan aneh diatas, yg hampir selalu muncul saat perkenalan.

Karena itu juga klo ke temen orang jepang di kampus aku langsung minta dipanggil pake nama kecil, Adam, supaya percakapan gak jelas itu gak terjadi. ya meskipun ujung2nya dipanggil Adamu. yaah daripada ganti nama jadi "teh cepat" emang aku teh instan.

Anehnya pernah ketemu anak jepang sejurusan seangkatan (lupa namanya), tapi dia NIM ganjil, aku genap. muncul percakapan lagi aneh itu

dia:「名前って、チ。。チ。。」-"namamu yg ch..ch.."
aku:「チャハヤだ 」-"Cahaya"
dia:「ジャハヤ?」-"Jahaya?"
aku:「お茶・早い、チャハヤだ」- "ocha.hayai, chahaya"
dia:「あああ。。チャハヤ」- "aa..chahaya"
Padahal udah bilang panggil Adam(u) aja. hmm.. mungkin karena kebiasaan orang jepang: klo gak begitu kenal manggilnya pake nama keluarga.

Bicara tentang orang jepang, aku termasuk beruntung dapet tutor, orang jepang yg bantu2 klo ada kesulitan ttg kuliah khususnya yg berhubungan bahasa jepang, yg seangkatan, beda umur pun gak terlalu jauh (aku telat masuk kuliah hampir 2 tahun dibanding temen seangkatan SMA) dan bisa lebih akrab, ngobrol pun gak perlu pake bahasa formal, cukup informal dan panggil memanggil pun bisa pake ore-omae (guwa-lu).

Kenapa bisa dibilang beruntung, karena ada mahasiswa indonesia juga anak teknik mesin setahun di atas ku yg dapat tutornya kakak kelasnya, dia sih awalnya, setelah cukup akrab, coba pake bahasa gak formal ke tutornya tapi malah diberitau sama si tutor supaya pake bahasa formal karena ,katanya, meskipun udah akrab tetap gak sopan keorang lebih tua pake bahasa gak formal.

Hm..memang beda budaya...

Sunset



just a normal sunset, but somehow unexplainably beautiful (yeah, for me at least)